Budidaya Buah Naga: Imbas Sambung Bikinan Berkembang250%

gambar budidaya buah naga kuning sambungan
Budidaya buah naga mulai banyak dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2000-an. Permintaanya yang kian melonjak membuat para petani semakin kualahan. Beberapa inovasi budidaya buah naga juga terus dikembangkan yang bermaksud mengembangkan hasil bikinan.
Salah satunya yakni pengembangan budidaya buah naga yang dijalankan oleh Asroful Uswatun. Di desa Sidomulyo, Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Budidaya buah naga tidak seluruhnya dapat berlangsung dengan lancar, aneka macam hambatan tentunya mampu saja terjadi, seperti yang di alamai Asroful ini.
Demi menyelamatkan 1.200 tanaman buah naga kuning yang terjangkit anyir batang Wanita berusia 45 tahun ini, berusaha melaksanakan aneka macam cara dengan menyemprot fungisida pada tanaman. Meskipun hal tersebut telah dilaksanakan, tetapi sayang 400 batang pohon buah nanga risikonya mati.
Resiko dalam budidaya buah naga yakni serangan bacin batang oleh cendawan (Sclerotium rollfsii). Umumnya menyerang pada ketika tumbuhan berusia 0-3 tahun. Serangan cendawan ini jikalau tidak diantisipasi dengan baik mampu menyebabkan maut sampai 100%. Jelas berakibat Budidaya buah naga rugi total.
Dari pengalaman tersebut balasannya Asroful Uswatun berupaya menangani serangan wangi batang. Cara yang ia lakukan yakni dengan menyambung (menempelkan batang bawah) buah naga merah ke batang buah naga kuning.
A. Efek Sambung Batang Dalam Budidaya Buah Naga
Dengan menyambung seluruh flora buah naga yang tersisa yakni 800 tanaman. Akhirnya budidaya buah naga dikebun milik Uswatun bisa terselamatkan dan dapat berkembang subur.
Tiga pekan berselang pasca penyambungan, tumbuhan buah naga tak disangka-sangka telah mulai tumbuh sulur dan berbunga. Padahal perlu lazimnya rata-rata budidaya buah naga memerlukan waktu kurang lebih 2 tahun, flora baru mulai berbunga “kata Uswatun”.
Cepat sekali bukan? Dalam waktu satu tahun tumbuhan buah naga telah mulai berbuah. Dengan melaksanakan penyambungan ini Asroful dapat memanen rata-rata 27 buah tiap tanaman. Dan bobot buah berkisar kurang lebih 225 gram, jikalau ditaksir maka 1 tanaman buah naga menghasilkan 6,5 kg buah per tanaman.
Menurut Uswatun, buatan ini cukup hebat. Karena budidaya buah naga tanpa perlakuan menyambung, satu flora cuma mampu menciptakan 10-15 buah saja. Berbeda sesudah dikerjakan penyambungan batang.
Efek yang dihasilkan dari menyambung batang, yaitu buatan buah mencapai 2,5 kali lipat lebih besar. Dengan kata lain hasil panen kebun budidaya buah naga wanita berusia 45 tahun ini meningkat menjadi 250% pertanaman “waw luar biasa”. Bagaimana Apakah Anda tertarik dengan cara ini?
B. Alasan Mengapa Produksi Buah Naga Meningkat
Menurut Dosen Fisiologi Tumbuhan ITB, menyambung batang buah naga merah (red) pada batang buah naga kuning, mampu memperbesar kemampuan tumbuhan untuk menyerap asupan air, materi organik, dan mineral dari tanah. Sehingga sehingga pertumbuhan tanaman dalam budidaya buah naga menjadi semakin baik.
Adanya penambahan kaki yang menempel pada batang utama, membuat asupan usur hara menjadi dua kali lipat, sehinga bahan baku untuk proses fotosintesis sersuplay dengan baik. Akibatnya kemajuan sulur dan buah menjadi semakin cepat, dan produktivitas flora pun meningkat.
Sama halnya yang dikemukakan oleh Ir. Retno Mastuti, Dosen Biologi Brawija Malang. Dengan melakukan teknik penyambungan jaringan pembuluh flora akan menyatu, sehingga Asupan nutrisi pada batang akan terpenuhi dengan baik.
Salah satu kunci sukses teknik penyambungan batang buah naga ialah dengan memperhatikan fisiologis kedua tanaman. Contohnya Anda bisa menyabung varietas buah naga red hibrida sebagai batang bawah, alasannya lebih tahan terhadap anyir batang, sedangkan batang atas mengunakan batang buah naga kuning yang lebih prioduktif.
Dengan menggabungkan kedua sifat tersebut, maka dapat mendorong pertumbuhan flora, dan bikinan budidaya buah naga makin baik.”kata Retno Mastuti”.
Berikut ini manfaat yang mampu Anda peroleh dari menyambung batang dalam budidaya buah naga ialah :
- Tanaman menjadi tahan terhadap serangan penyakit, khususnya serangan jamur/cendawa.
- Pertumbuhan tanaman buah naga menjadi makin pesat, alasannya adalah memiliki batang dan perakaran yang kuat.
- Mempercepat pembungaan, dengan ditandai kemajuan sulur.
- Panen buah lebih cepat, dalam waktu 1 tahun flora buah naga sudah berbuah.
- Dengan menyambung batang, jumlah buah yang dihasilkan lebih banyak ketimbang budidaya buah naga dengan cara biasa.

C. Cara Sambung Batang Dalam Budidaya Buah Naga
Diatas sudah kami sampaikan keuntungan budidaya buah naga dengan mengunakan teknik sambungan batang. Anda pasti penasaran bagaima cara menyambungnya, simak berikut ini tahapan menyambung batang buah naga.
- Anda harus mempersiapkan dua buah batang buah naga, (buah naga merah dan kuning) potong menjadi ukuran 50 cm untuk batang buah naga merah dan buah naga kuning 25 cm.
- Agar jadinya lebih optimal seharusnya Anda gunakan batang buah naga merah yang sudah berkembang pada polybak.
- Sayat batang menjadi bentuk V, untuk batang buah naga merah bentuk V dari atas, sendangkan batang buah naga kuning V dari bawah. Supaya ketika digabungkan tidak ada rongga udara (ukuran V 7 cm).
- Kemudian sambungkan kedua batang, sampai berjumpa antar urat.
- Agar sambungan menjadi kuat, ikat dengan tali palstik.
- Upayakan bibit sambung jangan terkana sinar matahari secara langsung, diletakkan ditempat teduh.
- Setelah 2 bulan, atau dengan ciri batang atas telah mulai berkembang tunas, bibit buah naga sambung bisa Anda tanam ke media tanah.
Menggunakan bibit sambung dalam budidaya buah naga seperti menyerupai kata: Sekali mendayung dua-tiga pulau terlampui. Dengan cara tersebut hasil panen buah naga makin cepat dan belipat ganda. Demikanlah pengalaman budidaya buah naga ala Usroful dari Jember. Selamat menjajal ..
Sumber : diolah dari trubus dan Berbagai sumber
Dapatkan Info Budidaya lainya hanya di www.infoagribisnis.com
Comments
Post a Comment